Identifikasi Kualitas Air Irigasi (Bambang Suharto)

IDENTIFIKASI KUALITAS AIR IRIGASI
(Studi Kasus di Desa Lumbangsari Kabupaten Malang)

IRRIGATION WATER QUALITY IDENTIFICATION
(Case Study in Countreyside Lumbangsari, Malang Sub-Province)

Bambang Suharto1) dan Murdhiani2)
1)Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya
Jalan Veteran, Malang
2)Jurusan Keteknikan Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya
Email: bambangs@ub.ac.id


Abstrak: Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat desa Lumbangsari yaitu tanaman padi tidak dapat tumbuh secara baik, karena air irigasi yang digunakan untuk areal persawahan berasal dari limbah pabrik gula. Oleh karena itu penelitian mengenai kualitas air irigasi penting sekali dilakukan sebelum air dipakai untuk mengairi tanaman, untuk menentukan apakah air limbah dari pabrik gula Krebet layak atau tidak untuk irigasi. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui kelayakan kualitas air irigasi di desa Lumbangsari, Kabupaten Malang. Hasil analisa sifat fisika dan kimia air irigasi di laboratorium pada saluran primer nilai parameter suhu 45 o C, daya hantar listrik (DHL) 2210,67 µmhos/cm, Biological Oxygen Demand (BOD) 111,48 mg/l, zat organik (KmnO4) 141,21 mg/l, nitrat 19,34 mg/l, nitrit 6,59 mg/l, dan Residual Sodium Carbonat (RSC) 15,42 meg/l. Pada saluran sekunder nilai-nilai parameter menunjukkan penurunan yaitu suhu 45 oC, daya hantar listrik (DHL) 1945,33 µmhos/cm, Biological Oxygen Demand (BOD) 104,23 mg/l, zat organik (KmnO4) 132,86 mg/l, nitrat 11,21 mg/l, nitrit 6,01 mg/l, dan Residual Sodium Carbonat (RSC) 13,66 meq/l. Pada saluran tersier nilai-nilai parameter menunjukkan penurunan yaitu suhu 42,67 o C, daya hantar listrik (DHL) 1791,17 µmhos/cm, Biological Oxygen Demand (BOD) 92,21 mg/l, zat organik (KmnO4) 128,21 mg/l, nitrat 9,66 mg/l, nitrit 5,62 mg/l, dan Residual Sodium Carbonat (RSC) 13,45 meq/l. 

Kata kunci: kualitas air irigasi.


Abstract: Main problems faced by countryside public Lumbangsari that is paddy crop cannot grow well, because irrigation water applied for areal rice field comes from sugar mill waste. Therefore research about very important irrigation water quality is done [by] before water used to irrigate crop, to determine is effluent from competent Krebet sugar mill or not to irrigation. Intention of this research is Untuk knows elegibility of irrigation water quality in countryside Lumbangsari, Kabupaten Malang. Result of physical properties analysis and irrigation water chemistry in laboratory at temperature parameter value primary channel 45 o C, energy?power pass electrics ( DHL) 2210,67 µ mhos/cm, Biological Oxygen Demand ( Biochemical oxygen demand BOD) 111,48 mg/l, an organic matter ( KmnO4) 141,21 mg/l, nitrate 19,34 mg/l, nitrite 6,59 mg/l, and Residual Sodium Carbonat ( RSC) 15,42 meg/l. At parameter values secondary channel shows degradation that is temperature 45 oC, energy?power pass electrics ( DHL) 1945,33 µ mhos/cm, Biological Oxygen Demand ( Biochemical oxygen demand BOD) 104,23 mg/l, an organic matter ( KmnO4) 132,86 mg/l, nitrate 11,21 mg/l, nitrite 6,01 mg/l, and Residual Sodium Carbonat ( RSC) 13,66 meq/l. At tertiary channel of parameter values shows degradation that is temperature 42,67 o C, energy?power pass electrics ( DHL) 1791,17 µ mhos/cm, Biological Oxygen Demand ( Biochemical oxygen demand BOD) 92,21 mg/l, an organic matter ( KmnO4) 128,21 mg/l, nitrate 9,66 mg/l, nitrite 5,62 mg/l, and Residual Sodium Carbonat ( RSC) 13,45 meq/l.

Keywords: water irrigation quality

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 21, 2014, 8:55 AM
Comments