Foraminifera Bentik (Suhartati M. Natsir)

FORAMINIFERA BENTIK SEBAGAI INDIKATOR
KUALITAS PERAIRAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG
DI PULAU BIDADARI DAN RINGIT, KEPULAUAN SERIBU
 
BENTHIC FORAMINIFERA AS INDICATORS
FOR WATER QUALITY OF CORAL REEFS ECOSYSTEM
IN BIDADARI AND RINGIT ISLANDS, THOUSAND ISLANDS
 

Suhartati M. Natsir 1) dan Mukhammad Subkhan2)
1)Pusat Penelitian OseanografiLembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
2)Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia
Jalan Pasir Putih 1, Ancol Timur, Jakarta, Indonesia
Email:1)suhartatinatsir@yahoo.com; 2)subhanmt@yahoo.com
 
dikirim 15 Agustus 2010, diterima setelah perbaikan 16 Maret 2011

 

Abstrak: Kepulauan Seribu terdiri dari gugusan pulau dan terumbu karang yang terbentuk dari formasi karang di tepi dangkalan Sunda pada Jaman Pleistosen. Kawasan ini memiliki nilai konservasi yang tinggi karena kelimpahan, keragaman jenis dan ekosistemnya yang unik dan khas. Gugusan karang yang tersebar di Kepulauan Seribu sangat bermanfaat terhadap keseimbangan alam disekitarnya. Secara tidak langsung, degradasi terumbu karang akan berpengaruh terhadap kehidupan manusia karena menganggu keseimbangan ekosistem disekitarnya. Metode yang dapat digunakan untuk memantau kondisi terumbu karang adalah melalui pendekatan foraminifera bentik di sekitar terumbu karang tersebut dengan menghitung FORAM (Foraminifera in Reef Assessment and Monitoring) Index. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan foraminifera bentik sebagai indikator perairan daerah terumbu karang di sekitar perairan Pulau Bidadari dan Ringit, Kepulauan Seribu. Penelitian ini dilakukan disekitar Pulau Bidadari dan Pulau Ringit, Kepulauan Seribu pada tanggal 27 – 30 Januari 2008. Secara umum, Pulau Ringit yang termasuk dalam gugusan pulau bagian utara dari Kepulauan Seribu memliki Kelimpahan foraminifera bentik lebih tinggi dibandingkan dengan Pulau Bidadari yang termasuk dalam gugusan Kepulauan Seribu bagian Selatan. Pulau Ringit lebih kondusif untuk pertumbuhan terumbu karang yang diindikasikan oleh nilai FORAM index yang berkisar antara 8,24 – 8,29. Hal tersebut juga didukung oleh kondisi perairan, terutama kecerahan perairan Pulau Ringit yang mencapai 10 m. Sedangkan nilai FORAM index di perairan Pulau Bidadari berkisar antara 7,02 – 7,51.

Kata kunci: foraminifera, FORAM Index, Pulau Ringit, Pulau Bidadari, dan Kepulauan Seribu.

Abstract: Thousand Islands consist of islands and coral reefs which were built up by coral formation of Sunda shelf on Pleistocene. The Islands are reached by unique and high biodiversity. Coral reefs that live on around the Thousand Islands would affect the biotic and abiotic condition of the islands. Coral degradation would finally lead to decreasing of human prosperity because of the ecosystem changing. Coral reef condition could be identified early by foraminiferal recognition. This method has shed light on the benthic foraminifera as symbiont-bearing of coral reefs by FORAM (Foraminifera in Reef Assessment and Monitoring) Index. The objective of this study was to recognize the abundance of benthic foraminifera as bioindicator of coral reefs environment condition in Bidadari Island and Ringit Island of Thousand Islands. This study was held in Ringit Island and Bidadari Island of Thousand Islands on January 27 – 30, 2008. Result of this study showed that benthic foraminifera of Ringit Island were generally more abundant than Bidadari Island. That condition was in line with the water condition af each Island, especially for transparency. Transparency of Ringit Island was recorded at 9 to 10 m, higher than that of Bidadari Island that was recorded at 4 to 5 m. The environmental condition of Ringit Island was more conducive to coral reefs growth within FORAM index 8.24 to 8.29 than Bidadari Island (FORAM index between 7.02 – 7.51).

Keywords: foraminifera, FORAM Index, Ringit Island, Bidadari Island, and Seribu Islands.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Mar 18, 2012, 8:09 AM
Comments