Fluktuasi Metan (CH4) (Dessy Gusnita)

FLUKTUASI METAN (CH4)
SELAMA KEJADIAN EL-NIÑO/LA-NIÑA DI INDONESIA

METHANE (CH4) FLUCTUATION
DURING THE OCCURRENCE OF El-NIÑO/LA-NIÑA IN INDONESIA
________________________________________________________________

Dessy Gusnita 1) dan Iis Sofiati 2)
Pusat  Sains dan Teknologi Atmosfer - LAPAN
Jalan Djundjunan Bandung
Email: 1)gusnita@yahoo.com; 2)sofiati07@gmail.com


Abstrak: Kontribusi gas rumah kaca terhadap pemanasan global tergantung dari jenis gasnya. Salah satu Gas Rumah Kaca yang penting peranannya dalam pemanasan global adalah metan (CH4). Tujuan penelitian ini menganalisa pengaruh fenomena El-Niño/La-Niña terhadap konsentrasi metan di wilayah Indonesia tahun 2002, 2006 dan tahun 2010. Data yang digunakan adalah data satelit AIRS Global 1.0° x 1.0° daily Level-3 products. Distribusi metan di visualisasikan dalam bentuk peta spasial dan time series di atas wilayah Indonesia (6oLU-11oLS dan 95oBT-141oBT). Hasil analisa data indeks SOI tahun 2000-2011 menunjukkan terjadi El- Niño kuat  pada tahun 2002.  Hal ini ditandai pula dengan peningkatan distribusi spasial metan di sebagian wilayah Indonesia, yaitu di wilayah Kalimantan Tengah, Sumatra, dan sebagian besar wilayah selatan lautan Indonesia. Sedangkan berdasarkan indeks SOI tahun 2006 tidak terjadi fenomena  El- Niño. Tahun 2010 menunjukkan nilai indeks SOI positif, hal ini berhubungan erat dengan adanya fenomena La-Niña. Hasil pemantauan satelit pada tahun 2010 menunjukan distribusi spasial metan di wilayah selatan perairan Indonesia rendah, dan adanya sebaran metan di atas selatan wilayah Sumatra, sebagian pulau Jawa, Kalimantan Tengah, dan Selatan Sulawesi. Penghilangan metan di atmosfer melalui interaksinya dengan radikal OH yang dihasilkan dari sinar uv cahaya matahari, ozon dan uap air. 

Kata kunci: Gas rumah kaca, metan (CH4), El-Niño, dan La-Niña.


Abstracts: Greenhouse gas contributing to global warming depends on the type of gas. One of Greenhouse Gases that important role in global warming is methane (CH4). The purpose of this study is to analyze the influence of the El-Niño/La-Niña phenomenon towards methane concentration in Indonesia in 2002, 2006 and 2010. The data used is satellite data AIRS 1.0 ° x 1.0 ° daily Level-3 products. Visualize the distribution of methane in the form of spatial maps and time series in the Indonesian region (6°LU-11°LS and 95°BT-141°BT). SOI index data analysis that occurred in 2000-2011 showed strong El-Niño in 2002. It is marked also by an increase in the spatial distribution of methane in parts of Indonesia, namely in the area of Central Kalimantan, Sumatra, and most of the south seas of Indonesia. While based on SOI index in 2006 did not take place El-Niño phenomenon. In 2010 showed positive SOI index value, it is closely linked to the La-Niña phenomenon. Results of satellite monitoring in 2010 shows the spatial distribution of methane in the southern Indonesian waters are low, and there are methane distribution in the southern region of Sumatra, part of Java, Central Kalimantan, and South Sulawesi. Removal of methane in the atmosphere through the interaction with OH radicals generated from UV rays of sunlight, ozone and water vapor.

Keywords: Greenhouse gases, methane (CH4), El-Niño, and La-Niña.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 27, 2014, 8:20 PM
Comments