Fermentasi Sampah Buah (Tria Aulia)

FERMENTASI SAMPAH BUAH MENJADI ETANOL 
MENGGUNAKAN BAKTERI ZYMOMONAS MOBILIS 

FERMENTATION OF REFUSED FRUITS FOR ETHANOL 
USING ZYMOMONAS MOBILIS 

Tria Aulia 1) dan Atiek Moesriati 2)

Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Gedung Teknik Lingkungan Kampus ITS Sukolilo, Surabaya
Email: 1)tria_aulia13@yahoo.co.id; 2)atiekmoes@yahoo.com
 

Abstrak: Krisis bahan bakar minyak bumi menyebabkan manusia harus mencari energi alternatif sebagai bahan bakar pengganti minyak bumi. Energi alternatif tersebut dapat berupa etanol yang dibuat dari sampah buah. Sampah buah dapat dijadikan etanol melalui proses hidrolisis dan fermentasi dengan menggunakan bakteri. Penelitian ini menguji kandungan etanol pada sampah buah pisang dan nanas yang telah difermentasi dan di hidrolisis. Pada proses hidrolisis, sampel sampah buah ditambah dengan cairan H2SO4 dengan variasi volume penambahan sebesar 0,5 ml; 1 ml; dan 1,5 ml. Waktu fermentasi adalah 3 hari, 5 hari, 7 hari, 9 hari, dan 11 hari. Proses fermentasi menggunakan bakteri Zymomonas mobilis. Pada semua kondisi penambahan H2SO4, di hari ketiga hingga hari kesembilan kadar etanol pisang dan nanas yang telah di fermentasi menunjukkan trend naik. Pada hari ke sebelas kadar etanol menurun. Kadar etanol pada fermentasi sampah pisang dan nanas dengan penambahan H2SO4 1,5 ml menunjukkan nilai tertinggi yaitu sebesar 9,62% pada sampah pisang dan 10,52% pada sampah nanas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan penambahan H2SO4 pada proses hidrolisis mempengaruhi kadar etanol yang dihasilkan oleh sampah pisang maupun nanas. Hari ke sembilan waktu fermentasi serta penambahan H2SO4 1,5 ml memberikan pengaruh optimum pada kadar etanol fermentasi sampah pisang dan nanas.

Kata kunci: etanol, fermentasi, hidrolisis, sampah buah dan Zymomonas mobilis.

Abstract: The crisis of petroleum fuel makes people try to find an alternative energy as a substitution of petroleum fuel. One of the alternative energy is ethanol that can be made from refused fruit. Refused fruits can be used as raw materials for making ethanol by hydrolysis and fermentation processes using bacteria. This study examines the content of ethanol in the waste of bananas and pineapples that have been fermented and hydrolyzed. In the hydrolysis process, the samples of fruit waste are added with H2SO4 in which the amount of addition of H2SO4 in the samples are 0.5 ml, 1 ml, and 1.5 ml. The duration of the fermentation is 3 days, 5 days, 7 days, 9 days, and 11 day. Zymomonas mobilis bacteria is used in the fermentation process. H2SO4 addition resulted content of ethanol in the fermented bananas and pineapples on the third day until the ninth day has shown increasing trend. On the eleventh day, the ethanol content starts to decrease. Ethanol content of banana and pineapple with the addition of 1.5 ml H2SO4 reach up to 9.62% in refused bananas and 10.52% in refused pineapples. The results of the research show that differences in the addition of H2SO4 in the process of hydrolysis affect the ethanol content in the fermented refused bananas and pineapples. The ninth day of fermentation and the addition of 1.5 ml of H2SO4 give optimum effect on the ethanol content of fermented refused bananas and pineapples.

Keywords: ethanol, fermentation, hydrolysis, refused fruit and Zymomonas mobilis.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 26, 2012, 8:19 PM
Comments