Evaluasi dan Optimalisasi (Djoko M. Hartono)

EVALUASI DAN OPTIMALISASI KINERJA INSTALASI
PENGOLAHAN AIR MINUM CITAYAM, PDAM TIRTA KAHURIPAN
TERHADAP PERTUMBUHAN PENDUDUK KOTA DEPOK

EVALUATION AND OPTIMIZATION PERFORMANCE OF CITAYAM
DRINKING WATER TREATMENT PLANT, PDAM TIRTA
KAHURIPAN TOWARD POPULATION INCREASE IN DEPOK


Djoko M. Hartono1), Irma Gusniani2), dan R.M. Sandyanto A.S.3)
1,2,3)Program Studi Teknik Lingkungan, Departemen Teknik Sipil
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Kampus Depok, Jawa Barat
Email: 1)djokomhs@yahoo.com; 2)gusniani@yahoo.com; 3)rm.sandy.ui@gmail.com

dikirim 29 Agustus 2010, diterima setelah perbaikan 9 November 2010

Abstrak: Kebutuhan air minum untuk kota Depok seiring dengan perkembangan penduduk yang mencapai pertumbuhan 3,23% pertahun. Untuk dapat memenuhi perkembangan kebutuhan air minum diperlukan evaluasi dan optimalisasi kinerja dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Citayam yang mensuplai kebutuhan air minum wilayah pelayanan Cabang I, Kota Depok. Kinerja IPA dapat diketahui melalui evaluasi dengan meninjau kebutuhan air, kuantitas dan kualitas air baku, kapasitas pengolahan IPA dan kualitas air produksi yang dihasilkan IPA Citayam. Tahap awal berupa pengumpulan data primer dan sekunder, observasi lapangan, serta wawancara dan diskusi dengan pengelola IPA Citayam yang meliputi Instalasi Kedasih dan Degremont.Tahap evaluasi kinerja berupa menghitung proyeksi kebutuhan air penduduk serta dimensi unit bangunan dengan membandingkan dengan kriteria disain yang ada, dan tahap optimalisasi kerja dengan memberikan solusi pemecahan masalah. Dari hasil evaluasi, diketahui bahwa efektifitas pengolahan instalasi sekitar 40% dan diperlukan perbaikan teknis pada unit intake, koagulasi, flokulasi, filtrasi dan desinfeksi. Dari hasil optimalisasi kapasitas desain pengolahan (kapasitas produksi), instalasi Kedasih dapat ditingkatkan kapasitasnya sebesar 30% dari 100 lt/dt menjadi 130 lt/dt. Sedangkan instalasi Degremont dapat ditingkatkan sebesar 50% dari 10 lt/dt-paket menjadi 15 lt/dt-paket. Maka total peningkatan kapasitas IPA Citayam adalah 37,5% dari 160 lt/dt menjadi 220 lt/dt, sehingga masih dapat memenuhi kebutuhan air sampai tahun 2015.

Kata kunci: evaluasi, instalasi pengolahan, optimalisasi, dan kapasitas produksi.

Abstract: Demand of drinking water in Depok is rising in line with increasing of population wcih has growth on 3,23% peryear. Along with the increasing number of residents in Depok City in general and in the service of Branch I PDAM Tirta Kahuripan particularly, the demand for drinking water will also continue to increase. To meet these demand, evaluation and optimization of the performance of Citayam water treatment plant (WTP) which is supply a drinking water in Branch I service areas, Kota Depok is needed included water demand, quantity and quality raw, production capacity and quality of water production. First stage is collecting primary and secondary data, field observation, interview and discussion with both IPA Kedasih and Degremont management. Evaluation on performance by calculating population water demand and the dimension of units and comparing with disaign criteria and optimization stage by giving solution to the problem. The results of the evaluation, shows that the effectiveness of processing installations is around 40% and they need some technical improvements in the intake unit, coagulation, flocculation, filtration and disinfection unit. The results of the optimization of the processing capacity (production capacity), Kedasih installation capacity can be increased by 30% from 100 l/s to 130 l/s. While the Degremont installation can be upgraded up to 50% from 10 L/s-package to 15 l/s-package. So the total capacity increase of WTP Citayam is 37.5% from 160 l/s to 220 l/s, so it is still able to meet the water needs until 2015.

Keywords: capacity of production, evaluation, optimization, and water treatment plant.
Ċ
Lingkungan Tropis,
Apr 16, 2012, 2:11 AM
Comments