Erosi dari Lahan Pertanian (Kharistya Amaru)

Erosi Dari Lahan Pertanian Kemiringan Curam

di DAS Citarum Atas

 

Erosion from agriculture steep land at

Uper citarum watershed

 

 

Kharistya Amaru 1) dan Priana Sudjono 2)
Program Studi Teknik Lingkungan, ITB
Jalan Ganesha no 10, Bandung 40132
Email: 1)turatea@gmail.com; 2)memteq@bdg.centrin.net.id
 

Abstrak: Penelitian erosi di lahan kering kemiringan curam telah dilakukan di lahan pertanian kampung Cirawa, Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Plot penelitian dilakukan pada lahan pertanian dengan kemiringan 9o hingga 25o dalam kondisi 2 minggu setelah olah tanah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara limpasan air permukaan dan erosi yang terjadi pada lahan pertanian dengan kemiringan curam. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah curah hujan, debit limpasan permukaan dan besaran erosi. Lokasi penelitian memiliki jenis tanah lempung berlanau dengan persentase kerikil 1 persen, pasir 32 persen debu 62 persen dan liat 5 persen. Plot penelitian memiliki panjang 29.6 m dan lebar 30 m dengan derajat kemiringan 9o hingga 25o. Berdasarkan pengukuran di lokasi, konduktifitas hidrolik berkisar antara 2.703 hingga 19.396  m/hari. Intensitas hujan yang terjadi pada saat pengamatan berkisar antara 3.96 mm/jam hingga 29 mm/jam. Intensitas hujan tinggi menimbulkan peningkatan air larian dan erosi pada plot penelitian. Kondisi lahan yang baru olah tanah di lokasi penelitian dalam satu kejadian hujan dapat menimbulkan konsentrasi sedimen dalam limpasan air permukaan 93785.66 gr/m3 atau besar erosi hingga 5262.76 kg/ha. Hubungan antara limpasan air permukaan terhadap erosi ditunjukkan dalam persaman E = 0.0834×Q – 337.47.  Hal ini menunjukkan arah positif yang berarti semakin besar limpasan air permukaan akan semakin tinggi erosi yang terjadi. Sedangkan hubungan antara intensitas hujan terhadap erosi ditunjukkan dalam persamaan E = 193.26×I – 1620.4. Hal ini menunjukkan arah positif yang berarti semakin tinggi intensitas hujan akan semakin besar pula nilai erosi.

Kata kunci: Erosi, lahan kemiringan curam, limpasan air permukaan, dan lahan pertanian.

 

Abstract: The erosion research at a steep slope area has been done on agriculture land in Kampung Cirawa, Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. The land slope is between 9o and 25o which land condition is 2 weeks after tillage. The objective of this research is to determine relationship between overland flow and erosion that is generated from steep slope agriculture land. The parameters used in this research are soil characteristics, rainfall, overland flow, and erosion. The type of soil is silty loam, that consist of 1 percent gravel, 32 percent sand , 62 percent silt, and 5 percent clay. The research plot has 29.6 m length, 30 m width and slopes 9o until 25o. The hydraulic conductivity ranges between 1.23 m/day and 6.97 m/day. The rainfall intensity during the research was measured between 3.96 mm/hour and 29 mm/hour. High rainfall intensity produces large overland flow and erosion. The land conditions that were 2 weeks after tillage produce sediment concentration in the overland flow 93785.66 gr/m3 or erosion 5262.76 kg/ha. The relationship between overland flow and erosion is showed by E = 0.0834×Q – 337.47.  The equation shows that erosion is directly under the function of overland flow. Besides, the relationship between rainfall intensity and erosion is shown by E = 193.26×I – 1620.4. It indicates that the higher rainfall intensity the larger erosion may be produced.

Keywords: erosion, steepland, overland flow, and agriculture land.

 

Comments