Energi Alternatif untuk Indonesia (Eka Mulyana)

ENERGI ALTERNATIF UNTUK INDONESIA DI MASA DEPAN

ALTERNATIVE ENERGY FOR INDONESIA IN THE FUTURE

Eka Mulyana1) dan Asti Istiqomah2)
1)Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya 
2)Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan FEM IPB 
Email: 1)eka.agri@gmail.com; 2)asti.istiqomah@gmail.com


Abstrak: Krisis energi dunia yang terjadi pada dekade terakhir telah mendorong pengembangan energi alternatif yang berasal dari sumberdaya energi terbarukan (renewable resources). Untuk mendorong pengembangan energi alternatif ini, pemerintah telah mengeluarkan Kebijakan Energi Nasional yang diantaranya menetapkan target produksi biofuel pada tahun 2025 sebesar 5% dari total kebutuhan energi minyak nasional dan menugaskan Departemen Kehutanan untuk memberikan kontribusinya dan berperan aktif dalam pengembangan bahan baku biofuel.Energi alternative yang dibahas dalam paper ini yaitu biofuel, panas bumi, energi surya dan biogas. Untuk energi biofuel, panas bumi dan energi surya dianalisis secara deskriptif sedangkan biogas dianalisis dengan analisis biaya manfaat.Energi surya merupakan energi yang akan tetap ada akan tetapi saat ini biaya produksi energi tersebut masih sangat mahal sehingga perlu pengembangan teknologi untuk efisiensi. Sedangkan energi panas bumi memiliki biaya produksi yang relatif lebih murah dibandingkan dengan energi surya namun masih relatif lebih mahal dibandingkan biofuel.Namun, Indonesia memilki potensi yang besar dalam panas bumi yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sehingga untuk saat ini mungkin pengembangan biofuel, panas bumi dan biogas secara bersama-sama merupakan alternatif yang paling cocok untuk dikembangkan di Indonesia dimana biofuel lebih fokus untuk transportasi, panas bumi lebih difokuskan untuk listrik dan biogas untuk kebutuhan bahan bakar. 

Kata kunci: krisis energi, energi alternatif, biofuel, panas bumi, dan energi surya.


Abstract: World energy crisis that occurred in the last decade has prompted the development of alternative energy derived from renewable energy resources (renewable resources). To encourage the development of alternative energy, the government has issued a National Energy Policy that sets a target such as biofuel production in 2025 amounted to 5% of the total energy needs of the national oil and assigned the Ministry of Forestry to contribute and play an active role in the development of biofuel feedstocks. Alternative energy are discussed in this paper, namely biofuels, geothermal, solar energy and biogas. For energy biofuel, geothermal and solar energy while biogas analyzed descriptively analyzed with cost benefit analysis. Solar energy is the energy that will still be there but this time the energy production cost is very expensive so it is necessary the development of technology for efficiency. While geothermal energy has a cost of production is relatively less expensive compared to solar energy but still relatively more expensive compared to biofuels. However, Indonesia has an enormous potential in geothermal energy that has not been used optimally. So for now may be the development of biofuels, geothermal and biogas together is the most suitable alternative for biofuel development in Indonesia where more focus to transportation, more focused on geothermal power and biogas for fuel requirements. 

Keywords: energy crisis, alternative energy, biofuels, geothermal, and solar energy.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 27, 2014, 7:59 PM
Comments