Emisi Suspended Particulate Matter (Toni Samiaji)

EMISI SUSPENDED PARTICULATE MATTER (SPM) DARI

PENGGUNAAN ENERGI

 

SUSPENDED PARTICULATE MATTER (SPM) EMISSION FROM

ENERGY USAGE

 

 

Toni Samiaji
Pusat  Pemanfaatan  Sains  Atmosfer  dan  Iklim
Lembaga Penerbangan  dan  Antariksa Nasional  (LAPAN)
Jl. Dr,  Junjunan  133  Bandung 40173
Email: toni_s@bdg.lapan.go.id

  

Abstrak: Suspended Particulate Matter disingkat dengan SPM merupakan campuran dari debu,  PM 10 (Particulate Matter 10) artinya partikulat dengan jari-jari kurang dari 10 mikro meter,  dan PM 2.5 (Particulate Matter 2.5) artinya partikulat dengan jari-jari kurang dari 2.5 mikro meter.  SPM umumnya terdiri dari Kalium, Cadmium, Air Raksa dan logam berat lainnya.  SPM bila terhisap oleh kita dalam jumlah besar bisa menyebabkan batuk,  pusing,  mual dan iritasi pada saluran pernafasan.  SPM bisa diemisikan ke udara karena pemakaian energi. Dengan latar belakang SPM sangat berbahaya bagi kesehatan,  maka penelitian ini dilakukan.                Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui energi manakah yang paling besar mengemisikan SPM.  Sedangkan sasaran dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sektor apakah yang paling besar mengemisikan SPM dari pemakaian berbagai jenis energi. Dalam penelitian ini dihitung emisi SPM dari pemakaian energi seperti batubara,    bbm,  dan biomasa. Sedangkan LPG,  LNG dan gas bumi tidak mengemisikan SPM. Metodologi yang dipakai adalah dengan merujuk konversi dari ton pemakaian energi ke ton SPM  yang diemisikan yang merupakan hasil penelitian Manfred Kleeman tahun 1994.  Tentunya harus mengkonversi dahulu dari satuan energi (ribu sbm) ke jumlah ton yang dipakai. Sebagai hasil penelitian ini diperoleh bahwa sektor yang mengemisikan SPM terbesar dari pemakaian biomasa adalah sektor rumah tangga,  sedangkan dari pemakaian bbm ádalah dari sektor transportasi,  sedangkan dari pemakaian batubara ádalah dari pembangkit tenaga listrik dan kilang minyak.  Sektor yang paling besar mengemisikan SPM adalah sektor rumah tangga,  dan energi yang paling besar mengemisikan SPM adalah biomasa

.Kata kunci: Emisi, SPM, dan energi.

 


Abstract: Suspended Particulate Matter is shortened to become SPM representing mixture of dust, PM 10 (Particulate Matter 10) means particulate whose radius less than 10 micron meter, and PM 2.5 (Particulate Matter 2.5) means particulate whose radius less than 2.5 micron meter.  SPM generally contained of Kalium,  Cadmium,  Mercury and other heavy metals.  If SPM is breathed in by us in gross could cause cough, headache, queasy and irritates respiratory channel.  SPM could be emitted to air because energy usage.  By background of SPM is very dangerous for health,  so this research was done.  The aim of this research is to know which energy which emit most SPM.  Target of this research is to know what sector which emit most SPM at various kind of energy usage. In this research SPM emission was calculated from energy usage like coal, fuel and biomass. While LPG,  LNG and earth gas doesn’t emit SPM.  Used method refered to conversion from ton of energy usage to ton of SPM which emitted which representing Manfred Kleeman research result in 1994,  of course I must convert from energy unit (thousand boe) to total of used ton previously.  As result of this research, it was obtained that sector which emit most of SPM from biomass usage was household, from fuel usage was transportation, from coal usage was from power plant and refinery, sector which emit most of SPM was household,  and energy which emit most of SPM was biomass.

 Keywords: emission, energy, and SPM.

 

 

Ċ
Lingkungan Tropis,
Apr 9, 2012, 6:08 AM
Comments