Eko-Efisiensi dengan Daya Dukung Lingkungan (Esther S.M. Nababan)

EKO-EFISIENSI DENGAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN 
SEBAGAI FAKTOR PENGENDALI KINERJA LINGKUNGAN 
KAWASAN INDUSTRI 

ECO-EFFICIENCY WITH ECOLOGICAL CARRYING CAPACITY 
AS A CONTROL FACTOR TO ENVIRONMENTAL PERFORMANCE 
OF ECO-INDUSTRIAL PARK 

Esther S.M. Nababan

Sekolah Pasca Sarjana - Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan

Universitas Sumatera Utara, Medan

Email: esther@usu.ac.id; esthernababan@yahoo.com


dikirim 22 Juli 2010, diterima setelah perbaikan 1 Maret 2011


Abstrak: Dalam suatu ekosistem kawasan industri, acuan untuk mengevaluasi seluruh kegiatan dalam kerangka menuju pembangunan berkelanjutan adalah ‘kinerja lingkungan’. Kinerja lingkungan bagi kawasan industri adalah berdasarkan pada konsep ‘eko-efisiensi’ yang menghitung kombinasi kinerja ekonomi dan kinerja lingkungan. Komponen indikator ekonomi dalam perhitungan eko-efisiensi bergantung pada undang-undang, peraturan pemerintah serta tujuan dan target perusahaan, sehingga dapat menyebabkan terjadinya subjektifitas dalam perhitungan kinerja lingkungan, dimana nilai eko-efisiensi dapat meningkat meskipun kualitas lingkungan menurun. Turunnya kualitas lingkungan merupakan salah satu penyebab penurunan daya dukung lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa tingginya nilai kinerja lingkungan suatu perusahaan tidak menjamin terpeliharanya kualitas lingkungan dan daya dukung lingkungan. Oleh sebab itu diperlukan suatu faktor yang dapat mengatur, yaitu suatu faktor yang berfungsi sebagai pengendali. Dalam tulisan ini dianalisis bagaimana daya dukung lingkungan dapat difungsikan sebagai faktor pengendali dalam usaha meningkatkan kinerja lingkungan. Dengan menyertakan daya dukung lingkungan sebagai faktor pengendali, diharapkan setiap kegiatan yang bertujuan meningkatkan kinerja lingkungan dapat dilakukan dalam batas atau koridor keseimbangan daya dukung lingkungan sehingga kinerja lingkungan dapat ditingkatkan tanpa mengurangi kualitas lingkungan.

 

Kata kunci: daya dukung lingkungan, eko-efisiensi, kinerja lingkungan, pengendali, dan titik keseimbangan.

 

 

Abstract: In any industrial park ecosystem, all activities toward sustainable development are evaluated through its ‘environmental performance’. Environmental performance of eco-industrial parks is based on concept of eco-efficiency which combine both, economic growth and environmental performance. Economy indicators and environmental indicators in evaluating eco-efficiency are related to an organization's control of its environmental aspects, based upon its environmental policy, objective and targets. This leads to subjectivity in performance measurement, in which both costs and gains are constructed from subjectively selected value-items. Consequently, it can happen that eco-efficiency increases while environmental quality reduces. Decrease on environmental quality causes depletion on environmental carrying capacity. This shows that increase on environmental performance does not guarantee no depletion on either environmental quality or on environmental carrying capacity. Hence, the existence of a constraint factor is required. This paper presents literature review and analysis of how carrying capacity can be functioned as control factor or dinamic constraint in endeavoring to increase environmental performance of eco-industrial parks. Constrained minimax optimization model is developed to maximize economic gain while minimizing waste in a region within the border where dynamic carrying capacity is maintained stable. By adding in carrying capacity as control factor, all activities to increase environmental performance can be conducted within a boundary or area within which balance of carrying capacity is maintained, in order to increase enviromental performance without reducing quality of environment.

 

Keywords: balance, carrying capacity, control, eco-efficiency, and environmental performance.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 30, 2012, 5:40 PM
Comments