Efektivitas Gerabah Tanah Liat, Karbon Aktif dan Ekstrak Daun Sirih (Yusriani Sapta Dewi)

EFEKTIVITAS FILTER GERABAH TANAH LIAT, KARBON AKTIF 
DAN EKSTRAK DAUN SIRIH DALAM PENGOLAHAN AIR BAKU 
SKALA RUMAH TANGGA 

THE EFFECTIVENESS OF POTTERY CLAY FILTER, 
ACTIVATED CARBON AND EXTRACTED BETEL LEAF 
IN TREATING WATER AT HOUSEHOLD SCALE 


Yusriani Sapta Dewi
Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Satya Negara Indonesia 
Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan 
Email: yenisapta@yahoo.co.id 

diterima 16 Maret 2011, diterima setelah perbaikan 27 Desember 2012
disetujui untuk diterbitkan 15 Januari 2013

 Abstrak: Cemaran oleh bakteri E.coli sangat umum terjadi di sumber air bersih rumah tangga. Salah satu alternatif pengolahan air bersih yang ekonomis tepat guna adalah cara filtrasi gerabah tanah liat, dengan campuran karbon aktif serta tambahan disinfektan ekstrak daun sirih untuk menurunkan kandungan bakteri E.coli dan kadar kekeruhan. Metode penelitian menggunakan prosedur perlakuan pada air sampel. Analisis data menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap. Proses filtrasi mengandalkan proses osmosis yaitu perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Kadar kekeruhan dan bakteri E.coli disaring oleh pori-pori filter gerabah tanah liat. Hasil penurunan kandungan bakteri E.coli setelah perlakuan menunjukkan variasi dosis ekstrak daun sirih berpengaruh terhadap penurunan bakteri E.coli. Penambahan disinfektan sebanyak 15 ml pada setiap liter air mampu menurunkan bakteri E.coli sampai 0 volume.Komponen fenol dalam minyak atsiri mempunyai dasar kuat sebagai bahan disinfektan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan bakteri E.coli.Efektivitas penurunan kadar kekeruhan setelah melalui perlakuan filter gerabah tanah liat dengan berbagai perbandingan campuran karbon aktif mencapai 62,4 %. Terdapat perbedaan nyata pada campuran penyusun filter gerabah tanah liat dalam menurunkan kadar kekeruhan air baku. Efektivitas filter gerabah tanah liat, karbon aktif dan disinfektan ekstrak daun sirih terhadap penurunan kadar kekeruhan dan kandungan bakteri E.coli, tercapai jika dilakukan sesuai dengan komposisi tepat.

Kata kunci: bakteri E.coli, disinfektan, daun sirih, filtrasi, dan gerabah tanah liat.


Abstract: Contamination by E. coli bacteria is very common in domestic sources of clean water. One alternative water treatment which is economical and appropriate for the community is pottery clay filtration with activated carbon mixture with disinfectant from betel leaf extract to lower the content of the bacteria E. coli and turbidity levels. The research method used in the water sample treatment procedures. Data analysis using Complete Randomized Block Design. The process of osmosis filtration processes that rely on the movement of water through a selectively permeable membrane from the more dilute to the more concentrated. Levels of turbidity and E.coli bacteria is filtered by the filter pore clay pottery. Results decreased content of E. coli cells after treatment showed a dose variation of betel leaf extract effect on reduction of E. coli. The addition of disinfectant as much as 15 ml in each liter of water can reduce the volume of E. coli cells to 0. Phenolic components in essential oils have a strong foundation as a disinfectant that can affect the growth of E. coli.While the effectiviveness of turbidity levels decrease after treatment filters through clay pottery with a variety of activated carbon mixture ratio reached 62.4%. There are real differences between a mixture of clay pottery making up a filter to reduce levels of turbidity in raw water. The effectiveness of pottery clay filters, activated carbon and disinfection of betel leaf extracton reducing levels of turbidity and decreased content of E. coli bacteria, is achieved if done in accordance with proper composition.

Keywords: bacteri E.coli, clay pottery, disinfectant, betel leaf extract, and filtration.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Apr 18, 2013, 1:39 AM
Comments