Efektifitas Urea Berlapis (Sri Wahyuni)

EFEKTIFITAS UREA BERLAPIS ARANG AKTIF YANG 
DIPERKAYA MIKROBA UNTUK MENURUNKAN RESIDU ALDRIN
DAN DIELDRIN DI LAHAN SAYURAN

EFECTIVENESS OF UREA COATED BY ACTIVATED CARBON
AND ENRICHED BY MICROBE TO DECREASE ALDRIN
AND DIELDRIN RESIDUES IN VEGETABLE LAND

Sri Wahyuni1), Indratin2), dan Elisabeth Srihayu Harsanti3)
Peneliti Badan Litbang Pertanian di Balai Penelitian Lingkungan Pertanian,
Jalan Jakenan-Jaken, Pati
Email: 1)swahuni@gmail.com; 2)eharsanti@gmail.com; 3)indratin_balingtan@yahoo.com

Diterima Agustus 2014, diterima setelah perbaikan Januari 2015
Disetujui untuk diterbitkan Februari 2015

Abstrak: Hama penyakit yang ada di sayuran lebih tinggi dibandingkan dengan ditanaman padi, sehingga intensitas penggunaan pestisida pada sayuran lebih tinggi dibandingkan tanaman padi. Residu senyawa POPs masih ditemukan di lahan sayuran, padahal senyawa ini sudah tidak digunakan lagi oleh petani dan dilarang oleh pemerintah. Residu ini dapat lama tinggal di dalam tanah dan sulit untuk tergradasi. Dengan pengkayaan mikroba diharapkan dapat mempercepat degradasi residu POPs. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Jakenan dari bulan Februari 2012 hingga September 2012. Mikroba konsorsia diperoleh dari hasil isolasi tanah idegenus di Laboratorium Mikrobiologi LIPI Cibinong. Tanah untuk media tanam berasal dari Desa Sukamakmur Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 3 ulangan 6 perlakuan pupuk [(kontrol, urea prill, urea arang aktif tongkol jagung (UAATJ), urea arang aktif tempurung kalapa (UAATK), urea arang aktif tongkol jagung+mikroba (UAATJM), urea arang aktif tempurung kalapa+mikroba (UAATKM)]. Tanaman yang digunakan adalah sawi hijau. Analisa residu insektisida dilakukan di laboratorium Balingtan di Bogor. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh teknologi pupuk urea arang aktif yang diperkaya dengan mikroba POPs yang dapat menurunkan residu insektisida aldrin dan dieldrin. Hasil penelitian Urea berlapis arang aktif dari tongkol jagung yang diperkaya dengan mikroba (UAATJM) pada lahan sayuran (sawi) dapat menurunkan residu pestisida aldrin dan dieldrin masing-masing sebesar 49.3% dan 55.6%. Hal ini diduga peran mikroba pendegradasi yang efektif karena arang aktif disukai sebagai rumah bagi mikroba. 

Kata kunci: Arang aktif, mikroba, penurunan residu, dan lahan sayuran.


Abstract: Pest in vegetables is higher than rice plant, so the intensity of pesticide use on vegetables is higher than the rice plant. POPs residues are still found in land vegetables, but these compounds are no longer used by farmers and banned by the government. This residue can stay in the soil longer and harder for degraded. With microbial enrichment is expected to accelerate the degradation of POPs residues. Research conducted at the Experiment Jakenan from February 2012 to September 2012. Microbial consortia obtained from soil isolation indegenus in Cibinong LIPI Microbiology Laboratory. Soil for the planting medium from the village of Magelang regency Kajoran Sukamakmur District. Research using randomized complete block design (RAK) 3 replications 6 fertilizer treatments [(control, prill urea, urea activated carbon maize cobs (UAATJ), urea Kalapa shell activated carbon (UAATK), urea activated carbon maize cobs+microbes (UAATJM), urea Kalapa shell activated carbon+microbes (UAATKM)]. plants used were mustard green. insecticide residue analysis carried out in the laboratory in Bogor Balingtan. purpose of this study was to obtain urea fertilizer technology activated carbon enriched with microbes that can decrease POPs residues insecticides aldrin and dieldrin. Results of research urea coated activated carbon from corn cobs are enriched with microbes (UAATJM) on land vegetables (mustard greens) can decrease pesticide residues of aldrin and dieldrin, respectively 49.3% and 55.6%. This is presumably due to the role of microbes degrading effective as activated carbon as the preferred home for microbes.

Keywords: Activated carbon, microbes, decrease residue, and vegetable land.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 29, 2015, 6:50 AM
Comments