Efektifitas Tanah Liat (Blego Sedionoto)

EFEKTIFITAS TANAH LIAT KUTAI DAN SEMEN PUTIH 
SEBAGAI BAHAN PEREDUKSI MIKROBA PATHOGEN 
PADA LIMBAH DOMESTIK

EFFECTIVENESS OF CLAY KUTAI AND CEMENT WHITE 
AS OXIDIZING PATHOGENS MICROBIAL 
ON DOMESTIC WASTE

Blego Sedionoto1), dan Ade Rahmat Firdaus2)
1,2)Staf Pengajar Departemen Kesehatan Lingkungan
Universitas Mulawarman
Email: fkm.unmul@yahoo.co.id

Diterima Agustus 2014, diterima setelah perbaikan Agustus 2014
Disetujui untuk diterbitkan Januari 2015

Abstrak: Limbah domestik mempunyai pengaruh terhadap kesehatan lingkungan karena limbah domestik dapat menjadi kontribusi pencemar cukup besar pada badan air, Penelitian ini menggunakan desain eksperimen, 4 formula perlakuan dengan volume murni tanah liat dan juga dengan penambahan semen putih; 100 gram tanah liat tanpa semen putih (FA), 75 gram tanah liat: 25 gram semen putih, 50 gram tanah liat: 50 gram semen putih (FC), (1:3) 25gram tanah liat: 75gram semen putih (FD) disertai pengukuran MPN Coli setiap formula. Hasil uji laboratorium perlakuan penurunan terutama pada formula FC dan FD dengan hasil uji MPN Coli rata-rata pengamatan 0. Formula yang paling efisien adalah formula FD, dengan kemampuan degradasi 100% Hasil uji Mann-Whitney terlihat ada perbedaan yang sgnifikan pada perlakuan FB, dengan nilai p=0,028 dan formula FD, p=0,014, uji Kruskal-Wallis dari seluruh perlakuan pada formula menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap penurunan MPN Coli dengan p=0,037. Penggunan formula teroptimum dalam absorbsi MPN Coli dengan media perlakuan pencampuran Tanah liat kutai dan semen putih pada perbandingan konsentrasi 2,5 gram tanah liat Kutai dan 7,5 gram semen putih pada formula FD.Diperlukan analisis terapan pemanfaat formula dalam produk penyerap limbah dengan rancangan masa depan dengan pentabletan efferensce guna menyiapkan teknologi baru dalam penyerapan limbah.

Kata kunci: reduksi, Mikroba pathogen, limbah domestik, dan tanah liat Kutai.


Abstract: A domestic waste has an influence to the environmental health because domestic waste is a major contributed to the body of water pollutants. This research used experiments methode. 4 treatment formula with pure clay volume and also with the addition of white cement; (4:0) 100 grams: 0 gram(FA), (3:1) 75 grams: 25 grams(FB), (2:2) 50 grams: 50 grams (FC), (1:3) 25 grams: 75 grams (FD) by taking the total concentration of Microbial Pathogens in domestic waste: Laboratory test results showed that compared to some formula treatment before treatment or control seen in general there was a decrease, especially onclay FC formula and FD with test results Coli MP Naverage observation is 0. Formula is the most efficient FD formula, with 100% degradation ability mann-whitney test results look nodifferences significant on FB treatment, with p=0.028 and FD formula, p=0.014, Kruskal-Wallis test of all treatments in formula FA, FB, FC and FD showed a significant difference to the decline MPN coli with p=0.037.Use of the absorption formula teroptimum Coli MPN media treatment kutai mixing clay and white cement ratio clay concentration of 2.5 grams and 7.5 grams kutai white cement (ratio 1:3) in the formula FD Required utilization analysis formula applied in the design of waste absorbent products with efferensce capsule future in order to prepare the new technology in the absorption of waste.

Keywords: Mikroba Pathogens, domestic waste, and Kutai clay.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 24, 2015, 9:46 PM
Comments