Distribusi Karbon Anorganik dan Fluks CO2 (Irwan Ramadhan Ritonga)

DISTRIBUSI KARBON ANORGANIK DAN FLUKS CO2
DI PERAIRAN BERAS BASAH, KOTA BONTANG

DISTRIBUTION OF CARBON INORGANIC AND CO2 FLUX
IN BERAS BASAH WATERS, BONTANG CITY

Irwan Ramadhan Ritonga
Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman
Gunung Tabur, Kampus Gunung Kelua, Samarinda
Email: mas_dolt02@yahoo.com

diterima 30 Juni 2012, diterima setelah perbaikan 3 April 2013
disetujui untuk diterbitkan 3 April 2013

Abstrak: Salah satu tantangan penting dalam bidang sains sekarang ini adalah bagaimana mengembangkan secara kuantitatif dan mampu memprediksi dari penyerapan karbon dioksida (CO2) di atmosfer dan perairan. Perairan Basah sebagai wilayah pesisir di Kota Bontang mempunyai peranan penting dalam mengontrol karbon anorganik dan fluks CO2 udara - laut karena wilayah tersebut mempunyai produktifitas yang tinggi. Penelitian di perairan Beras Basah telah dilaksanakan bulan Januari sampai Maret 2012. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi karbon anorganik total (CT) dan fluks CO2 udara - laut, mengkaji hubungan hubungannya dengan pH, pCO2air, alkalinitas total, nitrat, fosfat, silikat, oksigen terlarut, temperatur, dan salinitas. Untuk menentukan nilai karbon anorganik total (CT), tekanan parsial CO2 perairan (pCO2air) dihitung dengan menggunakan CO2Calc dan dipetakan dengan menggunakan software surfer 10 untuk memetakan pola distribusi dengan menggunakan pola interpolasi. Berdasarkan hasil penelitian, rata – rata konsentrasi karbon anorganik total (CT), flux CO2 pada bulan Januari lebih tinggi dibanding Februari dan Maret. Kemudian pCO2air lebih tinggi dibandingkan pCO2atm sebesar 394,01 μatm, sehingga perairan Beras Basah berperan sebagai pelepas (source) CO2 ke atmosfer. Berdasarkan hasil analisis regresi menunjukkan bahwa secara umum (Januari – Maret) tingginya pCO2air berhubungan positif dengan konsentrasi karbon anorganik total (CT), akan tetapi pCO2air berkorelasi negatif dengan pH.

Kata kunci: karbon anorganik, fluks CO2, pCO2, dan perairan Beras Basah.


Abstract: One of the important challenges in science today is how to develop a quantitative and capable of predicting the absorption of carbon dioxide (CO2) in the atmosphere and water. Beras Basah waters as areas in Bontang has an important role in controlling the flux of inorganic carbon and CO2 air - sea because the region has a high productivity. Research in Beras Basah waters has been carried out from January to March 2012. Aimed of this research was to determine the distribution of total inorganic carbon (CT) and CO2 flux of air - sea, examine the relationship with pH, pCO2air, total alkalinity, nitrate, phosphate, silicate, dissolved oxygen, temperature, and salinity. To determine the value of total inorganic carbon (CT), CO2 partial pressure of water (pCO2air) was calculated using CO2Calc and mapped using software surfer 10 to map the distribution patterns using the pattern interpolation. Based on the results of the research, the average concentration of total inorganic carbon (CT), CO2 flux is higher in January than in February and March. Then pCO2air higher than pCO2atm at 394.01 μatm, so that water acts as a release of Beras Basah (source) of CO2 into the atmosphere. Based on the results of the regression analysis show that in general (January-March) pCO2air positively associated with high concentrations of total inorganic carbon (CT), but negatively correlated with pH pCO2air.

Keywords: inorganic carbon, CO2 fluxes, pCO2, and Beras Basah waters.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Apr 18, 2013, 5:23 AM
Comments