Distribusi Evapotranspirasi (Laras Tursilowati)

Distribusi Evapotranspirasi pada jenis Penutup Lahan

di Medan dengan Penginderaan Jauh dan

Sistem Informasi Geografi

 

SPATIAL DISTRIBUTION OF EVAPOTRANSPIRATION ON

THE LAND COVER TYPE IN MEDAN WITH REMOTE SENSING AND

GEOGRAPHYC INFORMATION SYSTEM

 

 

Laras Tursilowati
Bidang Aplikasi Klimatologi & Lingkungan, Pusfatsatklim, LAPAN
Jalan Junjunan 133 Bandung
Email: laras@bdg.lapan.go.id; laras_lapan@yahoo.com

 

Abstrak: Monitoring Evapotranspirasi potensial (ETP) mempunyai implikasi penting pada model iklim regional dan global, sebagaimana dalam pengetahuan tentang siklus hidrologi dan perkiraan tekanan lingkungan yang mempengaruhi hutan dan ekosistem pertanian. Pada waktu sekarang Remote Sensing dan Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan teknik yang paling penting dalam komunitas saintifik untuk menghitung ETP pada skala global dan regional dengan mudah. Pada penelitian ini dikemukakan hasil perhitungan evapotranspirasi potensial pada skala regional (Medan, Sumatera Utara) dengan 2 citra satelit Landsat TM (1998) dan ETM (2003) untuk membandingkan keadaan ETP pada masa lalu dan sekarang. Untuk mengetahui hubungan pola distribusi ETP dengan jenis penutup lahan maka dilakukan juga klasifikasi jenis penutup lahan dari satelit Landsat. Metodologi yang digunakan adalah dengan menghitung neraca energi permukaan, suhu permukaan, dan suhu udara dari data satelit Landsat TM/ETM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 1989 masih ada nilai ETP yang tinggi (diatas 8 mm), tetapi pada tahun 2003 tidak ditemui lagi di wilayah Medan, karena telah terjadi perubahan penggunaan lahan yang  didominasi oleh pemukiman, dan wilayah bervegetasi seperti hutan maupun perkebunan dan lahan berair. Hal ini ditunjukkan dengan dominasi harga ETP rendah (<3 mm) di wilayah pemukiman, industri, lahan terbuka, ETP antara 3-6 mm di wilayah persawahan dan lahan berair.

Kata kunci: Evapotranspirasi, Remote Sensing, GIS, Penutup lahan, dan Landsat.

 

Abstract: Potential Evapotranspiration (ETP) monitoring has important implications in regional and global climate modeling, this way in hydrology cycle and prediction of environment stress that impact to forest and agriculture ecosystem. Now the Remote Sensing and Geographic Information System are most important technical in scientific community for Potential Evapotranspiration estimation in regional scale (Medan, North Sumatera) with 2 images of Landsat satellite TM (1998) and ETM (2003) to compare ETP in the past period and now. To detect relationship ETP distribution pattern and land cover type then we must classify land cover type from Landsat satellite. Methodology that we used is estimate the surface energy balance, surface temperature, and air temperature from Landsat satellite data TM/ETM. The result of research shows that in 1998 still have ETP with high value (highest values is 7.6 mm), but in 2003 this value is loss in Medan (the highest values is 5.5 mm). This case  because of  already happened the changes of land use that dominated by residence and industry, then vegetation area likes forest, plantation and water area decrease. This manner was showed by domination of low ETP (< 3 mm) in residence area, industry, open land, ETP between 3-6 mm in paddy field and water. The driest area with values of low ETP 0.3 - 1 mm in 1989 only 216 ha, while in 2003 is 10560 ha. Otherwise area with high ETP that show wet area and wet vegetation (more than 5 mm) in 1989 is 10,940 ha, but in 2003 only 554 ha.

Keywords: Evapotranspiration, Remote Sensing, GIS, Land Cover,and  Landsat.

Comments