Disain Biaya-Biaya Lingkungan (Soekmana Soma)

DISAIN BIAYA-BIAYA LINGKUNGAN INDONESIA

 

DESIGN OF INDONESIAN ENVIRONMENTAL COSTS

 


 

Soekmana Soma

Perencanaan Wilayah Universitas Krisnadwipayana, Jakarta

Perencanaan Wilayah dan Kota IPB dan Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Kampus IPB Darmaga Bogor

Email: soek_soma@yahoo.com

 

dikirim 25 Februari 2010, diterima setelah perbaikan 14 Agustus 2010

 

Abstrak: Pemerintah Amerika Serikat menghadapi biaya-biaya lingkungan yang sangat besar untuk membersihkan tempat-tempat penimbunan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang berasal dari produk industri sejak tahun 1940 an. Besar biaya tersebut baru diketahui belum lama ini. Bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa jenis pencemaran yang sama juga terjadi di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangkitkan suatu perkiraan biaya yang yang akan dihadapi (ex ante) oleh pemerintah Indonesia di masa depan. Perhitungan yang benar dari biaya-biaya lingkungan, sebagaimana terjadi di Amerika Serikat, hanya akan diperoleh (ex post), ketika kerusakan fisik telah terjadi dan ditemukan. Suatu perkiraan ex ante memungkinkan isu-isu praktek pembuangan limbah B3 memasuki ranah politik untuk menghindarkan biaya-biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah. Hal ini dapat membantu pemerintah atau lembaga internasional mendisain kebijakan pengelolaan limbah B3. Dalam studi ini, data proyek Superfund dari Negara Bagian Washington digunakan untuk merepresentasikan biaya pemulihan Amerika Serikat, dan data Input-Output Indonesia sebagai representasi budget tahunan Indonesia. Beberapa pendekatan dalam sebuah kerangka input-output digunakan untuk mentransfer biaya lingkungan Amerika Serikat kedalam ekonomi Indonesia. Perkiraan-perkiraan dibuat untuk biaya-biaya total untuk setiap sektor, untuk meremediasi lokasi penimbunan limbah B3 yang diasumsikan akan ditemukan di Indonesia. Biaya-biaya untuk program remediasi diperkirakan antara 0.4 hingga 1.6 persen dari GNP tahunan Indonesia.

 

Kata kunci: limbah B3, biaya-biaya lingkungan, Superfund, input-output, akuntansi lingkungan.

 

 

Abstract: The United States of America is facing significant costs to clean up abandoned hazardous and toxic waste sites which resulted from industrial activities since the 1940’s. The magnitude of these costs has only recently become known. There is some evidence, which this type of pollution is occurring in Indonesia. The objective of this study is to generate, ex ante, a quantitative estimate of costs which will be facing by the Indonesian government in the future. A true accounting of these costs, as in the U.S.A., can only come ex post, when the physical damage has occurred and is found. An ex ante estimate might allow the issue of waste disposal practices enter the current political discourse, with the potential for the government of Indonesia to avoid some future costs. It could also help the government or international agencies in the design of waste management policy. In this study, Superfund data for Washington State are used to represent U.S. pollution costs, and Indonesian Input-Output data represent Indonesian yearly budget. Several approaches within an input-output framework are used “to transfer” the technology responsible for the U.S. pollution to the Indonesian economy. Estimates are made of costs, total by sector, to remediate waste sites which it is assumed Indonesian government will discover. The costs of a clean-up program are estimated at 0.4 to 1.6 percent of annual Indonesian GNP. Extensions of the model, including it’s used in environmental accounting, are explored.

 

Keywords: hazardous and toxic waste, pollution costs, Superfund, input-output, Environmental accounting.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Apr 24, 2012, 3:34 AM
Comments