Dinamika Populasi Foraminifera Bentik (Ricky Rositasari)

DINAMIKA POPULASI FORAMINIFERA BENTIK 
DI PERAIRAN PESISIR CIREBON

POPULATION DYNAMICS OF BENTHIC FORAMINIFERA
IN CIREBON COASTAL WATERS

Ricky Rositasari
Dinamika Laut, Pusat Penelitian Oseanografi – LIPI
Jalan Pasir Putih, Ancol Timur, Jakarta
Email: rr6862@yahoo.com

diterima 14 Oktober 2011, diterima setelah perbaikan 15 Januari 2013
disetujui untuk diterbitkan 20 Januari 2013

Abstrak. Sungai Sukalila adalah sungai yang mengalir melalui wilayah Kotamadya Cirebon. Kondisi perairan di muara sungai Sukalila dan pesisir sekitarnya sangat dipengaruhi oleh aliran yang membawa berbagai jenis efluen dari pemukiman di wilayah perkotaan serta tambak ikan dan tambak garam di sepanjang pesisir. Foraminifera bentik yang merupakan salah satu elemen komunitas dasar perairan telah digunakan secara luas sebagai bioindikator dalam aktivitas pemantauan kesehatan lingkungan perairan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak dari aktivitas manusia terhadap foraminifera bentik. Sampel yang digunakan untuk pengamatan secara lateral diambil dengan menggunakan Grab Van Veen, untuk pengamatan vertikal dilakukan coring menggunakan pipa pralon pvc berdiameter 5 cm. Pewarnaan dengan rose bengal dilaksanakan untuk membedakan antara spesimen hidup dan mati. Hasil pengamatan memperlihatkan foraminifera bentik yang ditemukan di perairan ini berukuran lebih kecil dan tipis dibandingakan spesimen yang berasal dari Teluk Jakarta yakni < 0,125 mm, demikian pula keanekaragaman jenisnya lebih randah. Dinamika populasi foraminifera bentik serta deformasi cangkang di perairan pesisir Cirebon sangat terkait dengan rendahnya kandungan oksigen terlarut dan derajat keasaman (pH) di lapisan dasar perairan. Sebaran vertikal yang merepresentasikan perkembangan foraminifera bentik dalam perioda 1 abad memperlihatkan kecenderungan penurunan populasi pada pada jenis Asterorotalia trispinosa dan Cribrononion hispidulus yang merupakan jenis penciri laut dangkal terbuka, namun terjadi peningkatan populasi pada Ammonia beccarii dan beberapa taksa pasiran yang merupakan taksa dengan kemampuan adaptasi lebih tinggi.

Kata kunci: dinamika, foraminifera, bentik, dan pesisir.


Abstract. Sukalila river flows through the capital city of Cirebon. The municipal of Cirebon is the crowded area in the city. Water condition in the estuary and along the neighbourhood coastal water were affected by effluent which flows from settlements in the upper land and also from fish and salt ponds along the coastal land. Benthic foraminifera as the element of soft bottom community is used widely as bioindicator on ocean health monitoring. The research aim was to investigate the impact of human activities to benthic foraminifera. Two kinds of sampling activities were carried out, lateral and vertical sampling. Van Veen Grab was used on horizontal sampling and two inch diameter of pvc pipe was used on vertical sampling. Staining was carried out to differentiate between living and dead specimen. Benthic foraminifera in research site was tiny (< 0,125 mm) and thinner compare to Jakarta Bay specimens, the diversity indices were also lower. Population dinamics in horizontal distribution and the subsisted of abnormal test were related to water quality ie. acidity and dissolved oxygen in the bottom waters. Vertical distribution pattern was represented the benthic foraminiferal development in the century, which shows that there are trend of population decreased on Asterorotalia trispinosa and Cribrononion hispidulus as shallow open shelf taxa, but there are the increased trend of Ammonia beccarii and arenaceous taxa which have higher adaptation ability.

Keywords: dynamics, foraminifera, benthic, and coastal water.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Apr 18, 2013, 1:42 AM
Comments