Dampak Kegiatan Sekolah Lapang (Lita Nasution)

DAMPAK KEGIATAN SEKOLAH LAPANG 
PENGENDALIAN HAMA TERPADU
(SLPHT) TERHADAP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT 
(Kasus Pengendalian Penyakit Layu Fusarium 
Pada Tanaman Pisang Barangan)

IMPACT OF FARMER FIELD SCHOOL
ON INTEGRATED PEST MANAGEMENT (FS-IPM) 
TO EMPOWER FARMER WELFARE 
 (Case study on Controlling Panama 
Wilt Disease at Banana Crop)

Lita Nasution
Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Universitas Sumatera Utara, Medan
Jalan Karya Setuju Kelurahan Sei Agul Medan 
Email: litanasution18@gmail.com


Abstrak: Fusarium oxysporum f.sp cubense merupakan penyakit penting pada tanaman pisang barangan terutama di Indonesia. Di Provinsi Sumatera Utara, penyakit Fusarium ditemukan menyerang tanaman pisang barangan. Dalam mengendalikan penyakit tersebut dilakukan kegiatan Sekolah Lapang dengan menerapkan Prinsip Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) berupa perpaduan beberapa teknik pengendalian yakni kultur teknis, mekanis dan biologis dengan pemakaian agensia hayati jamur Trichoderma spp di areal pertanaman pisang barangan. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Deli Serdang, Kecamatan Sinemba Tanjung Muda Hilir. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dampak kegiatan sekolah lapang pengendalian hama terpadu terhadap pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Deli Serdang (kasus pengendalian penyakit layu Fusarium pada tanaman pisang barangan). Penelitian menggunakan metode survei. Dampak sosial ekonomi dan budaya petani pisang barangan dianalisis menggunakan matriks standard skala kualitas lingkungan yakni Metode Leopold Dimodifikasi. Pengaruh serangan penyakit terhadap curah hujan dianalisis menggunakan korelasi parametrik Pearson Product Moment dengan menggunakan alat bantu SPSS. dan dampak. Berdasarkan hasil penelitian, kegiatan berdampak positif yakni mampu memberdayakan petani pisang barangan berupa terjadinya peningkatan penghasilan pada aspek ekonomi, namun hal ini juga berdampak negatif yakni menurunnya komunikasi sosial diantara petani pisang barangan. Kegiatan SLPHT mampu menurunkan tingkat serangan layu Fusarium pada tanaman pisang barangan dengan cara memadukan kegiatan Pengendalian Hama Terpadu dengan menerapkan prinsip PHT.

Kata kunci: Dampak SLPHT, Fusarium oxysporum, dan Petani pisang.


Abstract: Panama Wilt Disease at Banana Crop is caused by Fusarium oxysporum f.sp cubense. It is the important disease at banana specially in Indonesia. In North Sumatera this fungy was found on pisang barangan (the well known banana from North Sumatera). This research was carried out in Kabupaten Deli Serdang. Kecamatan Sinemba Tanjung Muda Hilir, FS-IPM of Fusarium was conducted since on 2003 by the Ministery of Agriculture through Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Pangan dan Hortikultura (BPTPH). The objective of this study was to know the impact of the FSIPM to empower farmer welfare (Case study on Controlling Panama Wilt Disease at Banana Crop). The research using the survey method and the data were collected from 2001 to 2006 and analyzed by correlation of parametric pearson product moment approach with Statistical Product and Service Solution (SPSS 13 version) to examine the rain climate and panama wilt disease on 2001 until 2006, at one side the impact of social economic and culturel aspect using Leopold Modified Method. The result showed that FS-IPM on banana could modified the the rainfall as an environment factor also contributed the positive impact in economic aspect. Meanwhile, it affected the negative impact especially in communication among the farmers.

Keywords: Impact of FS-IPM, Fusarium oxysporum, and Banana’s farmer.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 27, 2014, 8:05 PM
Comments