Dampak Aktivitas Penambangan (MM. Sintorini)

DAMPAK AKTIVITAS PENAMBANGAN TRADISIONAL
TERHADAP POPULASI ANOPHELES

THE EFFECT OF TRADITIONAL MINING ACTIVITIES TO
THE ANOPHELES POPULATION

MM. Sintorini
JurusanTeknik Lingkungan, UniversitasTrisakti
Jalan Kiai Tapa, Grogol - Jakarta
Email: sintorini2004@yahoo.com


Abstrak: 50% penduduk Indonesia tinggal didaerah endemik malaria, dengan perkiraan 30 juta kasus setiap tahun diseluruh dunia. 30.000 kematian terjadi akibat malaria. Kasus ini juga terjadi di Cineam, dengan jumlah kasus yang termasuk tinggi setelah Kabupaten Sukabumi. Aktivitas masyarakat di Cineam sebagian besar adalah petani, sebagian lagi sebagai penambang emas rakyat. Sehingga ekosistem yang terbentuk adalah persawahan dan lokasi-lokasi cekungan yang menjadi area penambangan. Cekungan yang ditimbulkan akibat aktivitas penambangan menimbulkan kolam-kolam genangan yang sangat potensial menjadi tempat yang baik untuk berkembang biaknya nyamuk Anopheles, penyebar penyakit malaria, sehingga menimbulkan masalah baru bagi masyarakat sekitar lokasi penambangan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ecologic study, dengan basis data dari masyarakat, yang secara klinis dinyatakan menderita malaria. Data secara random dari desa yang mempunyai banyak kasus malaria. Indikator nyamuk Anopheles yang berhasil diidentifikasi selama 20 bulan pengamatan adalah Man Biting Rate (MBR) untuk nyamuk An. barbirostris mencapai 1,36 dan An. aconitus 0,7. sedangkan kelimpahan nisbi terbanyak adalah dari jenis An. barbirostris yaitu 50,1%. Perlu penanganan lebih baik pada lokasi galian dan pengelolaan tailing yang dihasilkan dari kegiatan tersebut karena menjadi sumber penularan penyakit. Selain itu penemuan dan pengobatan kasus harus dilakukan secara aktif dan melibatkan masyarakat untuk meningkatkan kemandirian dalam pencegahan dan penanganan kasus penyakit malaria. 

Kata kunci: cekungan penambangan, Man Biting Rate, dan malaria.


Abstract: 50% of Indonesian people live in malaria endemic areas with an estimated 30 million malaria cases occurring each year in the world. At least 30,000 deaths occur annually due to malaria. Also in Cineam subdistrict, the malaria was caused morbidity and mortality. Most people in that community was farmers and traditional gold mining, causing ponds in the mining area which not productive. The ponds that made from those activities potentially became the breeding places for Anopheles mosquito that caused new cases of the malaria disease. This research used the design of a community based ecological study, has been conducted upon gaining baseline clinical malaria incidence at the village level was chosen randomly from the malaria infected villages. Anopheles indicator which identified within 20 months were MBR for An. barbirostris (1.35), An. aconitus (0,7) and the larges population were An. barbirostris (50.1%). It is essential to manage the ponds and tailing treatment in traditional mining activities that cause made the breeding places for malaria vector. The intervention to eradicate the malaria cases should be conducted together with the people in the community; the activities were range since to avoiding the biting from the vector to the elimination of the breeding places, especially in the endemic areas. More than that active case finding and the case management should be strengthened and the involvement of the community. 

Keywords: ponds, Man Biting Rate, and malaria.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Apr 18, 2013, 6:32 AM
Comments