Biogas Sebagai Energi Alternatif (Ratnaningsih Ruhiyat)

BIOGAS SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF DALAM
MENDUKUNG PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
 
BIOGAS AS AN ALTERNATIVE ENERGY TO
SUPPORT SUSTAINABLE DEVELOPMENT


 

Ratnaningsih Ruhiyat
Fakultas Arsitektur Lnasekap dan Teknik Lingkungan Universitas Trisakti
Jalan Kiai Tapa Grogol Jakarta
Email: rat_sur2005@yahoo.com

 

Abstrak: Penggunaan bahan bakar minyak bumi besar besaran sedikitnya telah memberikan dua dampak negatif yaitu terancamnya keberadaan cadangan bahan bakar fosil untuk masa mendatang, dan polusi akibat emisi pembakaran bahan bakar fosil terhadap lingkungan. Kesadaran akan ancaman serius tersebut telah mendorong untuk menghasilkan sumber energi terbarukan (renewable energy), yang dapat mendukung pembangunan berkelanjutan; anatara lain penggunaan biomasa sebagai sumber bahan untuk energi terbarukan, termasuk pemanfaatan limbah pertanian atau peternakan dengan memanfaatkan proses anaerob yang dapat membentuk gas metana sebagai energi terbarukan. Kotoran sapi adalah salah satu sumber bahan baku untuk gas metana, setiap 20 kg kototran sapi memiliki potensi untuk menghasilkan 1 m3 gas metana, yang mana dapat digunakan untuk memasak selama 2 jam. Pengolahan kotoran sapi menjadi biogas, dapat mengendalikan pencemaran lingkungan akibat kegiatan peternakan, dan juga dapat memberikan kontribusi pada penyediaan energi alternatif yang ramah lingkungan.

 

Kata kunci: biogas/gas metana, energi terbarukan, proses anaerob, dan pembangunan berkelanjutan.

 

 

Abstract: Mass utilization of fosil fuel has two negative impacts, which are lack of fosil fuel for the future and polution coused by the emission from fosil fuel burning to the environment. The awareness of the serious trheat has brought to produce renewable energy, which able to support sustainable development; for instant the utilization of biomass as a source of renewable energy, including the utilization of agriculture and cattle waste through the anaerobic process which result methane gas as renewable energy. Cattle waste is one of the raw material for gas methane, every 20 kg of cattle waste can produce 1 m3 of gas methane, which capable to be utilized for coocking during 2 hours. Cattle waste treatment to become biogas not only can control environtmental polution as an impact of cattle activities, but also can contribute to the production of altenative energy supply which environmentaly friendly.

 

Keywords: biogas, methane gas, renewable energy, anaerob digestion, and sustainable Development.

Comments