Analisis Polutan Saat Kebakaran Hutan (Iis Sofiati)

ANALISIS POLUTAN SAAT KEBAKARAN HUTAN
SERTA KAITANNYA DENGAN FENOMENA El Niño
DI PALANGKARAYA-KALIMANTAN TENGAH

POLLUTANT ANALYSIS ON FOREST FIRE EVENT
AND THEIR RELATIONSHIP WITH El Niño PHENOMENON
AT PALANGKARAYA-CENTER OF KALIMANTAN

Iis Sofiati1) dan Tiin Sinatra2)
Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer-LAPAN
Jalan Djunjunan, Bandung 
Email: 1)iis_sofiati@bdg.lapan.go.id; sofiati07@gmail.com

diterima 14 November 2011, diterima setelah perbaikan 16 Januari 2013
disetujui untuk diterbitkan 20 Januari 2012

Abstrak: Kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya-Kalimantan Tengah hampir terjadi setiap tahun pada musim kemarau. Menurut laporan pengendalian kebakaran hutan dan lahan menunjukkan bahwa dari tahun 2000 sampai 2008 telah terjadi kebakaran hutan dan telah menimbulkan dampak seperti timbulnya asap yang mencemari kualitas udara hingga merusak kesehatan manusia. Penelitian tentang konsentrasi polutan yang diemisikan dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Palangkaraya dilakukan dengan menganalisis polutan PM10,CO, SO2, O3 dan NO2. Konsentrasi rata-rata harian senyawa PM10 dan CO pada saat kejadian El Niño kuat yaitu tahun 2002, 2004, dan 2006 selama 2000-2008, menunjukkan kenaikan konsentrasi maksimum maupun minimumnya dibandingkan dengan konsentrasi rata-rata tahunannya. Dari hasil terlihat bahwa untuk senyawa PM10, konsentrasi maksimumnya 1530.82 µg/m3  jauh melebihi nilai konsentrasi maksimum rata-rata tahunan yang hanya bernilai 590.25 µg/m3. Begitu juga untuk konsentrasi minimum yaitu sebesar 426.07µg/m3 sedangkan konsentrasi minimum rata-rata tahunannya adalah 106.91 µg/m3. Untuk senyawa SO2, kenaikan konsentrasi melebihi konsentrasi tahunan hanya terjadi pada nilai maksimumnya. Selanjutnya untuk senyawa O3 dan NO2, konsentrasi maksimum dan minimum rata-rata tidak melebihi konsentrasi maksimum dan minimum rata-rata tahunannya. Hasil analisis lain yang menunjukkan bahwa kenaikan konsentrasi senyawa PM10 dan CO pada saat terjadi kebakaran hutan dibuktikan dengan meningkatnya konsentrasi POM dan CO di wilayah Kalimantan Tengah yang ditunjukkan dengan data satelit Aqua/AIRS untuk tahun 2004 dan 2006 baik secara spasial ataupun time series tahunannya.

Kata kunci: El Niño, kebakaran hutan, polutan, dan Indeks Osilasi Selatan (SOI).


Abstract: The forest  fires and land in Palangkaraya-Central Kalimantan, occur almost every year during the dry season. According to the report of forest fires and land restraint shown that from 2000 to 2008 had been a forest fire and have an impact as rising of smoke that pollutes the air quality to damaging human health. Research on the concentration of pollutants emitted from forest fires and land in the region Palangkaraya was done by analyzing pollutants PM10, CO, SO2, O3 and NO2. Daily average concentration of PM10 and CO compounds during strong El Niño events in 2002, 2004, and 2006 for 2000-2008, shows the maximum and minimum concentration increases compared to the annual average concentration. From the results show that for compounds of PM10 maximum concentrations was 1530.82 μg/m, far exceeding the maximum concentration value of the annual average that only worth of 590.25 μg/m3. Similarly to the minimum concentration was 426.07μg/m3 while the annual average was106.91μg/m3. For compound of SO2, concentration increases beyond annual concentrations only occur at its maximum value. Furthermore, for compound O3 and NO2, the maximum and minimum concentration average concentration does not exceed the maximum and minimum of annual average. Another result of the analysis showed that the increase in the concentration of PM10 and CO compounds in the event of forest fires as evidenced by increased concentrations of POM and CO in the Central Kalimantan region indicated by the Aqua/AIRS satellite data for 2004 and 2006, both spatially or annual time series.

Keywords: El Niño, forest fire, pollutant, and Southern Oscillation Index (SOI).

Ċ
Lingkungan Tropis,
Apr 13, 2013, 6:41 PM
Comments