Analisis Perubahan Curah Hujan (Sinta Berliana Sipayung)

ANALISIS PERUBAHAN CURAH HUJAN DI INDONESIA

BERBASIS HASIL LUARAN MODEL SIRKULASI UMUM (GCM)

 

ANALYSIS OF RAINFALL CHANGE OVER INDONESIA BASED ON

THE GLOBAL CIRCULATION MODEL

 

 

Sinta Berliana Sipayung
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)
Jl. Dr. Djundjunan 133 Bandung 40173

 

Abstrak: Perubahan pola musim penghujan dan kemarau di berbagai daerah di Indonesia akhir-akhir ini menjadi masalah lingkungan yang serius. Hal ini dikarenakan hujan adalah salah satu sumber air bagi kehidupan. Perubahan dan variabilitas iklim (hujan dan kemarau) berdampak pada insiden banjir dan kekeringan di Indonesia. Peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) hasil aktivitas manusia cenderung akan meningkatkan bencana yang terkait dengan iklim dan berdampak pada lingkungan. Untuk itu dilakukan analisis perubahan curah hujan di Indonesia berdasarkan luaran Global Circulation Model(GCM) untuk lokasi Aceh, Solok, Lampung, Jakarta, Ambon, Kupang dan Pontianak dari tahun 1900 hingga tahun 2000. Metoda yang digunakan adalah statistik downscaling dengan tujuan untuk mengetahui perubahan curah hujan akibat kenaikan karbon dioksida (CO2). Berdasarkan analisis beberapa model khususnya pada periode ke III yaitu pada tahun 1980 hingga tahun 2000 terdapat kenaikan atau penurunan curah hujan di setiap lokasi. Di Aceh pada tahun 1980-2000 terjadi penurunan curah hujan sekitar -192mm (CGCM) dan -186mm (CSIRO). Di Lampung pada tahun 1980-2000 penurun curah hujan sekitar -13mm (CGCM) dan -10mm (CSIRO) sedangkan di Pontianak dengan tahun yang sama terjadi penurunan curah hujan sekitar -13mm (CGCM) dan -430mm (CSIRO). Tetapi Kupang bahkan mengalami kenaikan sekitar 34mm (CGCM) dan 135mm (CSIRO).

Kata kunci: GCMs, dan perubahan Iklim.

 

Abstract: The change in the pattern of the rainy and dry season in various areas in Indonesia lately became the problem of the serious environment. This was caused by rain was one of the sources of water for the life. The change and variability of the climate (rain and dry) had an impact on the flood incident and the drought in Indonesia. The increase in greenhouse gases emissions (GRK) results of the activity of humankind tended to increase the disaster that was related to the climate and had an impact on the environment. So was carried out by the analysis of the change in the rainfall in Indonesia was based on the Global Circulation Model surface (GCM) for the Aceh  location, Solok, Lampung, Jakarta, Ambon, Kupang and Pontianak from 1900 to 2000. The method that was used was statistics downscaling with the aim of knowing the change in the rainfall resulting from the rise in carbon dioxide (CO2). Was based on the analysis of several models especially in the period III that is during 1980 till 2000 was gotten by the rise or the decline in the rainfall in each Aceh location, Solok, Lampung, Pontianak, Jakarta and Ambon. In Aceh in the year 1980-2000 happened the decline in the rainfall around -192mm (CGCM) and -186mm (CSIRO). In Lampung in the year 1980-2000 decrease the rainfall around -13mm (CGCM) and -10mm (CSIRO) whereas in Pontianak with the same year the decline in the rainfall happened around -13mm (CGCM) and -430mm (CSIRO). But Kupang in fact experienced the rise around 34mm (CGCM) and 135mm (CSIRO).

Keywords: Climatic Change, and GCMs.

 

Comments