Analisis Perilaku Curah Hujan (Eddy Hermawan)

ANALISIS PERILAKU CURAH HUJAN YOGYAKARTA
DISAAT EL-NINO DAN DIPOLE MODE DATANG BERSAMAAN
 
ANALYSIS OF THE RAINFALL BEHAVIOR OVER YOGYAKARTA
WHEN EL-NINO AND DIPOLE COMES SIMULTANEOUSLY


Eddy Hermawan
Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer LAPAN
Jalan Djunjunan, Bandung
Email: eddy_lapan@yahoo.com 

Abstrak: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan utama mengkaji berapa besar sumbangsih kedua fenomena di atas (El-Niño dan Dipole Mode) terhadap perilaku anomali curah hujan yang terjadi di Yogyakarta hasil observasi menggunakan data satelit TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission) terhitung sejak Januari 1998 hingga Desember 2009. Pada waktu yang sama dianalisis pula data indeks El-Niño, khususnya data SST (Sea Surface Temperature) Niño3.4 dan DMI (Dipole Mode Index). Dengan menggunakan teknik analisis spektral dan aplikasi regresi linier berganda, maka diperoleh suatu model persamaan regresi curah hujan di Yogyakarta dengan formula sebagai berikut CH (Curah Hujan) Yogyakarta = - 0.131(SST Nino 3.4) - 0.229(DMI) – 0.01 dengan koefisien korelasi sebesar 5%. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku curah hujan yang terjadi di atas Yogyakarta dan kawasan sekitarnya relatif kecil dipengaruhi oleh El-Niño dan Dipole Mode. Namun demikian, analisis lebih menarik ketika kedua fenomena di atas saling berinteraksi satu dengan lainnya. Hasilnya menunjukkan bahwa anomali El-Nino yang diwakili oleh SST Nino 3.4 dan juga Dipole Mode (dalam bentuk DMI) relatif kecil bila dibandingkan dengan pengaruh Monsun yang hampir dominan di kawasan Yogyakarta. Hal ini tercermin dari nilai R2 yang relatif sangat kecil sebesar 5% akibat dampak berinteraksinya SST Nino 3.4 dan DMI, sementara dari fenomena Monsun memberikan kontribusi yang cukup besar, yakni dengan nilai R2 sebesar 84%. 

Kata kunci: TRMM, El-Niño, DMI, dan anomali curah hujan Yogyakarta.

Abstract: This research was conducted with the aim of assessing how large the main contribution to both the above phenomena (El-Niño and Dipole Mode) to the anomalous behavior of rainfall that occurred in Yogyakarta observations using satellite data TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission) as from January 1998 to December 2009. At the same time also analyzed the El-Niño index data, particularly data SST (Sea Surface Temperature) Niño3.4 and DMI (Dipole Mode Index). By using spectral analysis techniques and applications of multiple linear regression, then obtained a regression equation model of rainfall in Yogyakarta with the following formula CH (Rainfall) Yogyakarta = - 0131 (SST Nino 3.4) - 0229 (DMI) - 0:01 with a correlation coefficient of of 5%. This suggests that the behavior of rainfall that occurred over the Yogyakarta and surrounding areas affected by relatively small-El Niño and Dipole Mode. However, the analysis is more interesting when both the above phenomena interact with one another. The results show that El-Nino anomaly represented by Nino SST Dipole Mode 3.4 and also (in the form of DMI) is relatively small when compared with Monsoon an almost dominant influence in the region of Yogyakarta. This is reflected in the value of R2 is relatively very small at 5% due to the impact of interactions SST Nino 3.4 and DMI, while the phenomenon of Monsoon provides a substantial contribution, ie, with R2 values ​​of 84%.

Keywords: TRMM, El-Niño, DMI, and rainfall anomalies Yogyakarta.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 2, 2012, 8:19 AM
Comments