Analisis Pengaruh Fraksi Awan (Ninong Komala)

ANALISIS PENGARUH FRAKSI AWAN TERHADAP LAPISAN OZON
DI SUMATERA UTARA 

ANALYSIS OF CLOUD FRACTION EFFECT ON THE OZONE LAYER
IN NORTH SUMATERA


Ninong Komala 
Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer LAPAN
Jalan Djundjunan Bandung 
Email: ninongk@yahoo.com


Abstrak: Satelit AURA-OMI memantau parameter atmosfer secara global dengan data hasil pantauan antara lain fraksi awan dan lapisan ozon. Pada makalah ini dibahas hasil analisis keterkaitan liputan awan dengan lapisan ozon wilayah Sumatera Utara yang terletak antara 1 °LS sampai 4 ° LU dan 98° BT sampai 100° BT dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2012. Hasil analisis spasial liputan awan Sumatera Utara bervariasi antara 0,29 sampai dengan 0,52 sedangkan konsentrasi lapisan ozon bervariasi antara 249,5 DU sampai dengan 252,9 DU. Dari hasil analisis statistik keterkaitan fraksi awan dengan lapisan ozon di Sumatera utara diperoleh hasil korelasi negatif, yaitu peningkatan fraksi awan akan menurunkan konsentrasi ozon dengan koefisen korelasi antara 0,57 sampai dengan 0,79. Korelasi tertinggi antara fraksi awan dengan lapisan ozon di Sumatera Utara diperoleh pada tahun 2006 dan 2008 dengan koefisien korelasi 0,793 dan 0,785. Analisis variasi temporal fraksi awan di Sumatera Utara menunjukkan adanya pola tahunan, fraksi awan maksimum pada bulan November dan minimum pada bulan Juni. Sementara pola musimannya maksimum pada bulan-bulan SON (September, Oktober, November) dan minimum pada bulan-bulan JJA (Juni, Juli, Agustus). Variasi temporal lapisan ozon juga mempunyai pola tahunan dengan nilai maksimum pada bulan Agustus dan minimum pada bulan Januari, sedangkan variasi musimannya maksimum pada bulan-bulan JJA dan minimum pada bulan-bulan DJF.

Kata kunci : fraksi awan, lapisan ozon, Sumatera Utara, dan AURA-OMI.


Abstract: The AURA-OMI satellite which monitor global atmospheric parameters produce cloud fraction and the ozone layer data. This paper discussed the results of linkage analysis of cloud fraction with ozone layer variability in North Sumatera which lies between 1 °S to 4 °N and 98 °E to 100 °E from 2005 until 2012. The result show that spatial average of cloud fraction in North Sumatra varies between 0.29 to 0.52 while the ozone layer varies between 249.5 to 252.9 DU. The linkage analysis are found that the influence of cloud cover with ozone layer in North Sumatera has a negative correlation, i.e. an increase in cloud fraction will decrease the ozone layer with a correlation coefficient between 0.57 to 0.79. The highest correlation acquired in 2006 and 2008 with a correlation coefficient of 0.793 and 0.785. Temporal analysis of cloud fraction in North Sumatera showed an annual pattern, the maximum found in November and minimum in June, while the maximum seasonal pattern showed in SON (September, October, November) and minimum in the months of JJA (June, July, August). Temporal variation of the ozone layer also has an annual pattern with a maximum in August and the minimum in January, with the maximum of seasonal variation shows in JJA and the minimum in DJF months. 

Keywords: cloud fraction, ozone layer, North Sumatera, and AURA-OMI.

Ċ
Lingkungan Tropis,
Sep 27, 2014, 8:14 PM
Comments